Digilife

Nasib TikTok di AS Ditentukan Usai Lebaran, Trump Kasih Tawaran Manis

Vina Insyani
Nasib TikTok di AS Ditentukan Usai Lebaran, Trump Kasih Tawaran Manis

Uzone.id — TikTok berhasil lolos dari larangan Amerika Serikat pada Januari 2025 lalu setelah adanya bantuan dari Donald Trump. Sayangnya, bantuan ini tidak selamanya berlaku. 

Dalam laporan terbaru, nasib TikTok akan ditentukan pada 5 April 2025 mendatang. Beda dengan larangan sebelumnya, sepertinya pelarangan kali ini akan benar-benar dilakukan.

Oleh karena itu, Donald Trump yang memang sudah ‘kecintaan’ dengan TikTok, terus melakukan berbagai cara–bahkan memberi tawaran manis–agar aplikasi asal China ini tetap aman di Amerika Serikat. 



Melansir dari Al Jazeera, Selasa, (01/04), Donald Trump menyebut akan mengurangi tarif impor untuk China agar perusahaan induk TikTok di Cina, ByteDance mau menjual aplikasi media sosial tersebut ke pihak mereka.

"Terkait TikTok, China harus memainkan peran dalam hal ini, mungkin dalam bentuk persetujuan, mungkin, dan saya pikir mereka akan melakukannya. Mungkin saya akan memberi mereka sedikit pengurangan tarif atau sesuatu untuk menyelesaikannya," kata Trump pada Rabu, (26/04) lalu.

Tawaran ini dilakukan agar ByteDance–maupun China– mau melepas TikTok ke perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat yang saat ini telah menawarkan diri membeli TikTok, salah satunya adalah Oracle.

Trump mengatakan bahwa ia (masih) bersedia memperpanjang tenggat waktu lagi jika kesepakatan mengenai aplikasi media sosial tersebut tidak tercapai.



Tawaran manis ini juga muncul sesaat setelah Trump mengumumkan kenaikan tarif menjadi 25 persen untuk mobil dan suku cadang mobil impor. 

Awal bulan Maret lalu, Trump juga telah menaikkan tarif tambahan untuk semua impor dari China menjadi 20 persen, naik 10 persen dari Februari 2025 lalu.

Sedikit flashback, ByteDance sendiri diharuskan untuk melepaskan diri dari TikTok pada tanggal 19 Januari lalu berdasarkan pada UU yang ditetapkan saat kepemimpinan Joe Biden. Setelah itu, Donald Trump yang bertugas keesokan harinya memberi masa tenggang 75 hari, yang akan berakhir pada 5 April 2025 mendatang.