Induk ChatGPT Panen ‘Rejeki’, Dapat Pendanaan Rp662 T dari Softbank

Uzone.id — Akhir-akhir ini, ChatGPT kembali ke permukaan setelah sedikit tenggelam gara-gara DeepSeek. Yap, ChatGPT dibicarakan soal kecanggihan mereka yang bisa mengenerate foto ala-ala kartun terkenal, Ghibli.
Ya, walaupun menuai pro dan kontra (bahkan dikecam sang animator, Hayao Miyazaki), namun tren animasi Ghibli versi AI ini membuat ChatGPT panen rejeki.
Baru-baru ini, sang pemilik OpenAI (induk ChatGPT), Sam Altman mengatakan bahwa karyawannya kewalahan sampai tidak tidur karena banyak yang mengakses situs mereka. Tak lama dari situ, tepatnya pada Senin, (31/03), Sam kembali mengumumkan kalau pengguna mereka bertambah sebanyak 1 juta dalam 1 jam terakhir.
“Peluncuran ChatGPT sekitar 26 bulan lalu merupakan salah satu momen viral tergila yang pernah saya lihat, kami mendapat satu juta pengguna dalam lima hari. Sekarang, kami menambah satu juta pengguna dalam satu jam terakhir,” kata Sam Altman dalam akun X-nya.
Selain ketiban 1 juta pengguna dalam satu hari, Sam Altman juga ketiban dana fantastis berkat putaran pendanaan baru dari SoftBank.
Dalam blog resmi yang mereka bagikan, OpenAI mengumumkan bahwa pihaknya telah mendapat pendanaan sebesar USD40 miliar atau sekitar Rp622 triliun dari putaran pendanaan yang dipimpin oleh Softbank.
“Hari ini kami mengumumkan pendanaan baru sebesar USD40 triliun–menjadikan valuasi menjadi USD300 miliar. Pendanaan ini memungkinkan kami untuk mendorong batas-batas penelitian AI lebih jauh lagi, meningkatkan infrastruktur komputasi kami, dan menghadirkan alat lebih canggih untuk 500 juta orang yang menggunakan ChatGPT setiap minggunya,” kata Altman dalam blog resmi perusahaan, Senin, (31/03).
Dalam pernyataannya, Softbank mengatakan bahwa mereka setuju mendanai OpenAI dengan dana sebesar USD10 miliar pada pertengahan April lalu tambahan USD30 miliar akan diberikan pada bulan Desember.
Dengan jumlah tersebut, OpenAI berhasil mencetak sejarah dan berhasil mendapat putaran pendanaan teknologi swasta terbesar yang pernah ada.
Pendanaan sebesar USD40 miliar ini membuat pembuat ChatGPT ini memiliki nilai perusahaan sebesar USD300 miliar, termasuk modal segar. Nilai ini hampir tiga kali lipat dari jumlah yang sebelumnya dikumpulkan oleh perusahaan teknologi swasta, menurut PitchBook.
Valuasi ini menempatkan OpenAI di belakang SpaceX–perusahaan Elon Musk–yang saat ini memiliki valuasi sebesar USD350 miliar dan bahkan semakin mendekati valuasi dari induk TikTok, ByteDance yang saat ini berada di kisaran USD315 miliar.